<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Permataku; Hati &#38; Jiwaku</title>
	<atom:link href="http://handaries.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://handaries.wordpress.com</link>
	<description>Ketika mata tidak lagi menjadi cahaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Aug 2008 15:35:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='handaries.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8c288254f176105b6e8b4337ee68ca10?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Permataku; Hati &#38; Jiwaku</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Di(chy)a Zoraya</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2008/08/21/dichya-zoraya/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2008/08/21/dichya-zoraya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 15:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seandainya Kau Ada Disampingku Kawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu, entah apa yang tiba-tiba membuatku berfikir untuk mampir kerumahmu. Sebidang tanah yang kecil dan lembab, sempit dan berdempet dengan tetangga yang seluruhnya pendiam dengan beragam karakter, namun kau sangat menyukainya, sangat lapang katamu. Dulu sebelum kau pindah ketempat itu, hampir setiap hari kamu menceritakannya. rumah impian, rumah masa depan ujarmu.
Aku hampir tertabrak kopaja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=30&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi itu, entah apa yang tiba-tiba membuatku berfikir untuk mampir kerumahmu. Sebidang tanah yang kecil dan lembab, sempit dan berdempet dengan tetangga yang seluruhnya pendiam dengan beragam karakter, namun kau sangat menyukainya, sangat lapang katamu. Dulu sebelum kau pindah ketempat itu, hampir setiap hari kamu menceritakannya. rumah impian, rumah masa depan ujarmu.</p>
<p>Aku hampir tertabrak kopaja saat motorku berbalik arah. Pikiranku meraba ingatan, mencari jejak jalan yang dahulu pernah aku lewati mengantarmu. Aku terbantu dengan rasa kangen yang tiba-tiba muncul saat melewati perempatan itu. Perempatan yang memisahkan jalan menuju tempatku mencari sesuap nasi dan jalan menuju rumahmu.</p>
<p>Sulit untuk mengingat jalan yang sudah 2 tahun tak kulewati,……2 tahun….. aku baru sadar sudah selama itu kita tidak bertemu, rasanya baru kemarin kita menghabiskan waktu di warung Brebes Pak Kasno menyantap sayur labu dan ikan kembung buatannya… ha..ha…ha.., menu kita selalu sama. sampai-sampai pak Kasno selalu menyediakan menu itu, bahkan sebelum kita sampai ke warungnya. Tapi Pak kasno sekarang sudah kembali pulang ke kampungnya, jeratan hutang dan beratnya beban hidup di Jakata membuatnya memilih untuk berladang, sebuah pilihan yang juga tidak ia yakini. Ia pernah bertanya tentangmu beberapa hari setelah kamu pindah, ia menyesal tidak bisa mengantar dan hanya menitipkan salam, salam yang baru hari ini dapat aku sampaikan.</p>
<p>Plang komplek warna hijau tempatmu tinggal sudah terlihat di depan, gerbangnya tidak jauh berbeda walau 2 tahun telah melewatinya. Di sinilah 2 tahun yang lalu belasan mobil dan motor mengantarmu. Beberapa diantara mereka menangis karena tak terbiasa jauh darimu, salah satunya ibumu. Ya…lama aku tak bersilaturahmi dengannya, maafkan aku kawan. Sejak kamu pindah saat itu ia tidak setegar saat kita bertiga bertemu setahun sebelumnya. Kau sangat membanggakannya, “she is my wonder woman” katamu saat pertama kali memperkenalkannya. Ya,,dia memang wanita yang tegar, tapi saat itu dia terlihat sangat rapuh, saat mengatarkanmu ke rumah barumu.</p>
<p>2 tahun yang lalu kau lebih banyak tersenyum, wajahmu bahagia sekali. aku tahu hari itu adalah hari yang selama bertahun-tahun kau tunggu. Kau terus tersenyum seakan beribu bidadari bersiap menyambutmu di rumah barumu.</p>
<p>Aku berhenti di depan warung dekat gerbang komplek, membeli sebotol air kemasan untukmu. Panas hari ini membuatku berfikir, kau akan sangat membutuhkannya.</p>
<p>Komplek ini tak jauh berbeda dari sebelumnya, mataku menyisir mencari bentuk rumahmu, semua rata dan sejajar. Hingga kutemukan tanda yang kuingat 2 tahun lalu.  Namun tempat ini lebih rapi dari sebelumnya, pekarangan rumahmu telah ditumbuhi rumput hijau segar yang lebat, beberapa bunga sedap malam kering tergeletak berguguran di sana.</p>
<p>“Assalamu’alaikum, apa kabar kawan?” sapaku.</p>
<p>Kau hanya tersenyum, senyum yang terlihat lebih lebar dari yang kulihat dua tahun lalu, senyum yang hampir semua yang mengenalmu tahu, itu khas darimu.</p>
<p>“Maafkan aku kawan baru bisa menjengukmu, urusan dunia telah banyak membuatku lupa bahwa aku punya seorang sahabat yang selalu menunggu. kau tahu?! Tidak selalu kita punya waktu untuk sahabat, bahkan yang terdekat sekalipun. Beberapa sahabat hanya ada saat suka dan senang, namun menghilang saat kesulitan mendera. Mereka lenyap dengan 1001 alasan untuk menghindar. Tapi tidak denganmu kawan, kau yang banyak memberiku pelajaran tentang arti sahabat, tentang arti memberi, tentang keikhlasan, bahkan ketika kita banyak dirugikan.”</p>
<p>Kau tersenyum,…hatiku menangis.</p>
<p>“Kau ingat ketika tanpa sengaja aku menghilangkan file dokumen yang seharian kau kerjakan, sedianya file itu menjadi bahan materi seminar kuliahmu yang esok harus kau kumpulkan. Tapi kau hanya tersenyum saat aku meminta maaf, sama seperti senyummu saat ini “<em>nggak apa akhi, insya Allah masih bisa dikerjakan ulang</em>” jawabmu, dan kau kembali menghabiskan malam, mengurai kata yang awal pagi tadi telah kau tulis.”</p>
<p>“Atau ketika suatu sore menjelang magrib tanpa sengaja aku merusak spakboard depan Tiger kesayanganmu saat menghindar dari angkot yang menghadang, kau tidak sedikitpun meminta ganti rugi dan menanyakan bagaimana aku harus menggantinya. Kondisiku dan keselamatanku yang menjadi perhatianmu. Sekali lagi kau hanya tersenyum ketika aku meminta maaf telah merusak motormu. “<em>Nggak apa akhi, yang penting antum selamat, soal itu nanti saja kalau ada rezeki,</em>” lalu kau merangkulku mengajakku berbuka puasa. Air mataku menetes….aku terkesan, tapi juga menyesal tak sempat membalas semua kebaikanmu</p>
<p>Aku masih bersila di sisimu, dan kau terbaring tenang, terus tersenyum. Senyuman yang semua orang tahu itu khas darimu.</p>
<p>Matahari telah condong, adzan Dhuhur perlahan bersahutan, menggema dan memanggil. Tak terasa sudah 3 jam aku bersila disini, di sampingmu.</p>
<p>“Kau ingat kawan, dulu sering sekali kau mengetuk kaca <em>cubicle</em> dekat mejaku saat azan dhuhur menggema. Isyarat tanganmu memintaku berhenti bergelut dengan naskah dan mengajakku sholat berjamaah. Setiap hari…. ya setiap hari saat dhuhur tiba kau lakukan itu, seakan itu adalah tugas wajibmu terhadapku. Bahkan ketika aku sengaja menggodamu dengan pergi bersembunyi ke ruangan sebelah, kau tetap mencariku. “<em>ana mau ngajak ente ke surga akhi</em>” itu jawabmu saat kutanya mengapa harus bersusah untuk itu.</p>
<p>Zhuhur telah lama bergeser, matahari pun mulai melenggang. Keringatku telah bercampur dengan air mata yang sedari tadi terus mengalir walau kuseka.</p>
<p>Kuambil air mineral yang sedari tadi tergeletak disampingku, kubuka dan kusiram diatas rumput pusaramu, berharap dapat mendinginkan tanah yang menyelubungimu dan menyuburkan rumput-rumput yang menaungimu. Air ini tak ada manfaat bagimu, kesegaran air surga dan segala macam kenikmatan telah tersedia di depanmu, setetes yang kusiramkan di dunia tak akan berbanding dengan ribuan benua yang tersedia bagimu di rumahmu.</p>
<p>Hari ini, 2 hari sebelum hari ulang tahunmu yang kedua. Tahun kedua kelahiranmu di dunia yang lebih abadi, di dunia yang jauh dari nyeri dan luka, di dunia yang hanya ada nikmat dan suka, ceria dan gembira, dan jauh dari nestapa.</p>
<p>Aku harus pergi kawan.  Kembali menghadapi dunia yang terkadang tak bersahabat, kembali  berjuang untuk  bisa  lebih baik, dan  kembali berjuang untuk tidak  tenggelam dalam tipu dayanya.</p>
<p>Terima kasih  atas segala kebaikanmu, terima kasih atas semua perilakumu yang tanpa kau sadari telah mengajarkanku akan banyak arti, dan maafkan segala kesalahanku.</p>
<p>Selamat ulang tahun kawan, selamat menikmati hasil perjuangan dan jerih payahmu, dan doakan aku yang kembali harus berjuang untuk ikhlas dan mampu menghargai. Wassalamu’alaikum kawan</p>
<p>dan kau melepasku dengan senyuman</p>
<p>(In memoriam Dichya Zoraya 23 Agustus 2006)</p>
<p>Pemakaman Umum Pondok Kopi</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=30&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2008/08/21/dichya-zoraya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dingin memang selalu begitu&#8230;</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2007/01/30/dingin-memang-selalu-begitu/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2007/01/30/dingin-memang-selalu-begitu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2007 23:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seandainya Kau Ada Disampingku Kawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2007/01/30/dingin-memang-selalu-begitu/</guid>
		<description><![CDATA[Dingin memang selalu begitu
Kebenciannya tak akan pernah pudar pada mereka yang hangat bahkan ketika kau telah berbaik padanya, kerinduannya melihat mereka yang menggigil selalu memperkuat rasanya. Dia akan selalu datang ketika pelindungmu  menghilang, bahkan berusaha menyelinap dalam kehangatan yang tak pernah henti kau dekap. Semilirnya selalu memabukkan, bahkan untuk mereka yang berniat mengacuhkan, namun kerinduan akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=27&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dingin memang selalu begitu</p>
<p>Kebenciannya tak akan pernah pudar pada mereka yang hangat bahkan ketika kau telah berbaik padanya, kerinduannya melihat mereka yang menggigil selalu memperkuat rasanya. Dia akan selalu datang ketika pelindungmu  menghilang, bahkan berusaha menyelinap dalam kehangatan yang tak pernah henti kau dekap. Semilirnya selalu memabukkan, bahkan untuk mereka yang berniat mengacuhkan, namun kerinduan akan belaiannya selalu datang ketika hangat tidak lagi bersahabat.</p>
<p>Dingin memang selalu begitu.</p>
<p>(Cairo dibawah 5* C)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=27&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2007/01/30/dingin-memang-selalu-begitu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau saja&#8230;.</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2007/01/11/kalau-saja/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2007/01/11/kalau-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2007 11:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Pojok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2007/01/11/kalau-saja/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan itu masih membentuk piringan kuning terang yang indah di angkasa, bercak noda hitam yang memudar di tubuhnya tampak menggelayut manja. Cahayanya berkilau indah memendar, bahkan ketika mendung mulai menelannya perlahan, ia seakan ingin terus menerjang. Mataku tak berkedip mengaguminya,  terus bertahan dari hembusan lembut angin malam yang tak henti membelai helai demi helai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=26&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan itu masih membentuk piringan kuning terang yang indah di angkasa, bercak noda hitam yang memudar di tubuhnya tampak menggelayut manja. Cahayanya berkilau indah memendar, bahkan ketika mendung mulai menelannya perlahan, ia seakan ingin terus menerjang. Mataku tak berkedip mengaguminya,  terus bertahan dari hembusan lembut angin malam yang tak henti membelai helai demi helai bulu mataku. Dalam hening malam yang menekan, sayup kudengar desau sang bayu yang bergelut dengan tepuk dedaunan, seakan memainkan berbait-bait tembang pengiring nyanyian binatang malam yang tak lagi peduli akan dingin yang menyeruak.</p>
<p>Aku masih terduduk dalam hening, di atas dipan bambu yang mulai rapuh, aku terus  memandang sang bulan yang bergerak perlahan. Dekapan hangat tanganku menyatukan kedua kakiku melekat dalam dada, beringsut kutekan lebih dalam lagi, berusaha mengumpulkan sisa-sisa kehangatan yang mulai pudar ditelisik sang bayu.</p>
<p>Sekejap kualihkan pandangan menyapu sekeliling, senyap, hanya ada  keheningan yang terus menjalar&#8230;seperti hari lainnya, hanya keheningan yang merata.</p>
<p>Sejenak kusadari, begitu berartinya sesuatu yang pernah ada ketika ia tiada&#8230;. keberadaannya menjadi sangat berarti ketika ia pergi.</p>
<p>Hari ini, sekali lagi aku menyadari&#8230;.dalam sadar itu sekali lagi aku berucap,&#8230;..kalau saja&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=26&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2007/01/11/kalau-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak akan lagi ada waktu untuk esok&#8230;.</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2007/01/08/tak-akan-lagi-ada-waktu-untuk-esok/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2007/01/08/tak-akan-lagi-ada-waktu-untuk-esok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2007 06:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Pojok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2007/01/08/tak-akan-lagi-ada-waktu-untuk-esok/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini sekali lagi aku tertunduk, ketidakpedulian terhadap ruang membuat mataku terpejam, walaupun pekat membuat kalis telingaku, namun hanya itu yang aku bisa. Sekali lagi aku tertunduk. Esok entah apa, tapi hari ini harus berakhir tidak dalam hening. Kesunyian ruang ini terlalu menyiksa untuk kulalui, kesunyian yang hanya datang menekan seluruh regangan tubuhku, kesunyian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=25&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini sekali lagi aku tertunduk, ketidakpedulian terhadap ruang membuat mataku terpejam, walaupun pekat membuat kalis telingaku, namun hanya itu yang aku bisa. Sekali lagi aku tertunduk. Esok entah apa, tapi hari ini harus berakhir tidak dalam hening. Kesunyian ruang ini terlalu menyiksa untuk kulalui, kesunyian yang hanya datang menekan seluruh regangan tubuhku, kesunyian yang menghitamkan jarak pandangku, dan kesunyian yang  membutakan hatiku untuk melihat lebih dalam menembus kelam.</p>
<p>Aku tetap saja tertunduk, ketika bayangannya masih menari dalam ruang sadarku. Bayangan yang terus menjadikanku semakin hina tanpa reda, terutama ketika kesadaranku membentangkan berbagai macam ketidakmampuan. Ahh&#8230;.kembali ingatanku melayang pada masa yang terbilang, ketika hanya ada dua pilihan tanpa ada penjelasan, hari ini atau tidak sama sekali, lalu diam.</p>
<p>Aku masih tertunduk dalam diam. Bayangan bangsaku tak lagi dapat merenda gembiraku yang beberapa menit lalu terpilin rapi, jenuhku membekukan seluruh ruang inderaku untuk dapat menggarami hidup, kehampaannya menjadikan segala yang dahulu terasa indah menjadi hambar.</p>
<p>Hari ini atau tidak sama sekali, hanya itu yang kuingat. walaupun aku yakin masih ada hari esok yang panjang dengan cahaya terang merata. Namun kembali hanya ada dua pilihan, bahkan ketika esok datang menghadang, kata itu akan selalu terngiang, hari ini atau tidak sama sekali.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=25&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2007/01/08/tak-akan-lagi-ada-waktu-untuk-esok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Despereert Niet&#8230;..*</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2006/12/11/despereert-niet/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2006/12/11/despereert-niet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2006 10:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dahulu Kemarin dan Saat ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2006/12/11/despereert-niet/</guid>
		<description><![CDATA[Tumpukan babad dan serat itu masih basah oleh keringat dan tangisku, lipatannya masih hangat saat jariku menjamah. Tak jauh darinya bertumpuk kertas-kertas lusuh terbuang, sisa sejarah beberapa menit lalu yang akan selalu teronggok di sudut itu. Seperti yang lainnya, ia tak akan pernah lagi terjamah
Aku lelah, habis sudah kulalap Brandes dan Rafles, tapi tetap tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=22&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Tumpukan babad dan serat itu masih basah oleh keringat dan tangisku, lipatannya masih hangat saat jariku menjamah. Tak jauh darinya bertumpuk kertas-kertas lusuh terbuang, sisa sejarah beberapa menit lalu yang akan selalu teronggok di sudut itu. Seperti yang lainnya, ia tak akan pernah lagi terjamah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Aku lelah, habis sudah kulalap Brandes dan Rafles, tapi tetap tak mampu memuaskan dahagaku akan masa kelam bangsa ini, berjuta de Graaf dan Pigeaud membantu untuk bangkit, namun akan selalu muncul Hurgronje baru yang dengan dalih pengetahuan menginjak-injak rumput hijau keawaman. Bahkan ketika J. Pieterszoon Coen muncul dengan topeng serigalanya, tak satu pun Unus bangkit untuk melawan, tidak juga aku….</p>
<p>Aku masih saja membisu, bersandar pada kehampaan aku tertatih, percuma teriakan londomu menyemangatiku &#8220;dapper in het gevaar!!&#8221; sedangkan kau terus mencambukiku. Dalam pedihku masih saja kudengar kau berseru menghibur dengan senyum sinismu yang menusuk, &#8220;Historia docet!&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Dihadapanku masih terbentang Babad Meinsma, De java Oorlog, dan beberapa jilid Suma Oriental, seluruhnya terus membisu. Kebisuan yang mendayu kombinasi Pararaton dan Nagarakertagama hingga membuatku tak mampu bersuara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Aku lelah, jiwaku letih, harapanku akan akhir mulai pudar. Namun, ketika cahaya putih itu mulai muncul, kau membelaiku, di sela-sela kelembutan belaianmu  lemah kau berucap&#8221;in het heden ligt het verleden, in het nu wat komen zal&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Ahh&#8230;.indah sekali kata itu, semangatku kembali terbakar, &#8220;Je maintiendrai-ik zal handhaven&#8221; , aku akan terus berjalan hingga akhir ku capai. &#8220;Despereert Niet, daer can in indien wat groots verricht!&#8221;<span style="font-size:14pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">* Jangan Berputus Asa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em>Tulisan ini berhasil ditemukan di antara lipatan-lipatan buku kucel dan lusuh yang akan dibakar, ditulis saat sedang berusaha menyelesaikan naskah tentang sejarah </em><em>Kerajaan Islam di Jawa </em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=22&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2006/12/11/despereert-niet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia Renta..</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2006/12/05/manusia-renta/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2006/12/05/manusia-renta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2006 12:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dahulu Kemarin dan Saat ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2006/12/05/manusia-renta/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dia adalah cinta pertamaku&#8221;
Masih terngiang kata-kata itu dalam ingatan, saat kubuka album biru lusuh, seakan memang tercetak dalam setiap lipatannya.
Seorang manusia renta dan biola rapuh, entah apa yang kau rasa, tapi lemah kukira, saat sendimu tak lagi kokoh menopang, tidak juga asamu saat waktu perlahan memakan separuh harimu. kau tetap tersenyum, dan itu yang khas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=18&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><img src="///C:/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" /><img src="///C:/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" /><img src="///C:/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" /><img src="///C:/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" /><img src="///C:/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" /><img src="///C:/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" />&#8220;Dia adalah cinta pertamaku&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Masih terngiang kata-kata itu dalam ingatan, saat kubuka album biru lusuh, seakan memang tercetak dalam setiap lipatannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Seorang manusia renta dan biola rapuh, entah apa yang kau rasa, tapi lemah kukira, saat sendimu tak lagi kokoh menopang, tidak juga asamu saat waktu perlahan memakan separuh harimu. kau tetap tersenyum, dan itu yang khas darimu, bahkan ketika tak sekeping rupiah pun menghampiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Dalam remang senja yang bergelayut turun, bayanganmu meraba, lemah dan melambat. Senyum datar penuh kegetiran jelas tercetak dalam simpul bibirmu, yang pecah dan bergetar saat hari tak mau berpihak. Aku hanya terdiam saat kau sandarkan sepeda untamu di pagar rapuh. Melangkah gontai kau panggul kekasihmu ke dalam ruangan yang tak kalah kumuh. Kuingat tanyamu tentang sisa bekalku, berharap sadarku akan malumu saat perut terus menghiba. <span> </span>Kau tersadar hari ini kau kalah, ketika suara biolamu tidak lagi menarik iba.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Kau, partitur, dan biola tuamu, padanan indah yang terbuang, bahkan ketika alunannya menembus ruang, kau tetap terhalang dalam kesendirian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Dalam selimut malam yang kian pekat, kau bercinta dengan mimpimu dan biola dalam dekapanmu.</p>
<p>Aku rindu alunan itu. Kau, pertitur dan biola tuamu</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=18&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2006/12/05/manusia-renta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" medium="image" />

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" medium="image" />

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" medium="image" />

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" medium="image" />

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" medium="image" />

		<media:content url="/Documents%20and%20Settings/All%20Users.WINDOWS/Documents/My%20Pictures/Gambar%20dd%20luthu%20bgt/pic04144.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rengkuh aku</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2006/12/02/rengkuh-aku/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2006/12/02/rengkuh-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Dec 2006 08:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketika Aku Rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2006/12/02/rengkuh-aku/</guid>
		<description><![CDATA[Ahhh&#8230;&#8230;..Kembali kau campakkan aku ke sudut kumuh itu, setelah lelah aku mengantarmu, sedikitpun tak kau hiraukan aku barang sekejap, bahkan untuk sebuah ucapan terimakasih dari bibir indahmu. Tapi bodohnya, aku tetap merindumu, aku selalu berharap kau akan menghampiriku, membelaiku dengan halus tanganmu dan mengajakku ke tempat yang kau sukai. Berdua bersamamu membuatku lupa akan akhir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=16&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ahhh&#8230;&#8230;..Kembali kau campakkan aku ke sudut kumuh itu, setelah lelah aku mengantarmu, sedikitpun tak kau hiraukan aku barang sekejap, bahkan untuk sebuah ucapan terimakasih dari bibir indahmu. Tapi bodohnya, aku tetap merindumu, aku selalu berharap kau akan menghampiriku, membelaiku dengan halus tanganmu dan mengajakku ke tempat yang kau sukai. Berdua bersamamu membuatku lupa akan akhir dari perjalanan, ketika kau kembali mencampakkan dan melemparku ke sudut kumuh itu.</p>
<p>Ingatanku melayang saat kali pertama mengenalmu, tatapan matamu yang indah dan tajam menusuk relung hatiku, membuat aku terpana dan gila. Masih ku ingat senyummu yang manis dan lembut saat kau memandangku, dan dekapanmu yang hangat saat kau memelukku. Bak pangeran, saat itu pula kuantar kau pulang ke istanamu.</p>
<p>Tapi itu dulu&#8230;.sebelum akhirnya aku menjadi lusuh dan berbau, kau hanya sesekali menjengukku dan lebih banyak menghiraukanku.</p>
<p>Di sudut kumuh ini aku terus menunggumu sendiri dalam gelap ruang yang dingin dan pengap, berharap kau datang dan kembali merengkuhku.</p>
<p>Di sudut kumuh ini, aku hanya berharap kau kembali mengingat saat-saat indah awal pertemuan. Di pojok toko kelontong milik Haji Marbun, saat kau memelukku di tengah pandangan sandal-sandal lainnya yang iri melihat penuh harap.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=16&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2006/12/02/rengkuh-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadikan aku pasienmu&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2006/11/29/jadikan-aku-pasienmu-2/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2006/11/29/jadikan-aku-pasienmu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2006 12:29:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[sebuah novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2006/11/29/jadikan-aku-pasienmu-2/</guid>
		<description><![CDATA[Rumah sakit ini tidak banyak berubah, masih seperti yang dulu. Ruangan-ruangan putih kumuh dengan banyak dipan berjajar tak teratur. ditambah harum menyengat racun-racun tubuh yang berbalut obat-obat penyembuh tetap menjadi ciri khas yang tak pernah hilang darinya.
Lorong-lorongnya yang panjang dan hening selalu berujung pada ruang kematian, ruangan senyap dan gelap yang hanya hidup ketika jasad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=14&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Rumah sakit ini tidak banyak berubah, masih seperti yang dulu. Ruangan-ruangan putih kumuh dengan banyak dipan berjajar tak teratur. ditambah harum menyengat racun-racun tubuh yang berbalut obat-obat penyembuh tetap menjadi ciri khas yang tak pernah hilang darinya.</p>
<p align="justify">Lorong-lorongnya yang panjang dan hening selalu berujung pada ruang kematian, ruangan senyap dan gelap yang hanya hidup ketika jasad tak bernyawa mengisi bilik-bilik kusamnya. Hawa panas dan pengap yang menyebar dari lorong yang kulewati ini, seakan memang telah dikondisikan sebagai pembeda fasilitas strata untuk mereka yang hanya bisa berharap sembuh dari selembar kartu hijau lusuh, GAKIN.</p>
<p align="justify">Perawat di belakangku terus saja terdiam, raut wajah acuh dan lelah terus melekat sejak pertama kali dia mendorong kursi roda yang kududuki. Aku yakin dia masih muda, setidaknya, umurnya tidak jauh berbeda dari adikku yang umurnya tiga tahun di bawahku. Namun gurat jenuh dan jengah yang menghiasi setiap lekuk halus wajahnya membuat ia jauh terlihat lebih tua dari umurnya. Ingin aku mengajaknya berbicara, sekedar bertanya tentang cuaca hari ini atau tentang profesinya yang mungkin terpaksa ia pilih di antara ribuan macam profesi yang tidak jelas dan sulit, tapi aku segan. Kesan ramah yang dibuat-buat sejak pertama kali aku datang ke rumah sakit ini beberapa saat lalu, tidak mampu menyembunyikan fakta bahwa ia terlihat lelah dan jenuh, aku lebih memilih diam sambil mataku terus menyapu setiap ruangan yang kulewati, berharap mendapatkan sebuah ruangan yang nyaman dan tenang untuk aku melewati masa-masa penyembuhan yang ingin segera kuakhiri.</p>
<p align="justify">Sebuah taman indah di tengah-tengah gedung baru saja kulewati, taman yang sederhana namun dapat menjadi pelepas jenuh pasien-pasien yang hanya bisa tertidur seharian di atas dipan yang lusuh, terbetik sedikit harap sore nanti aku dapat singgah ke taman itu, sekedar menghirup segarnya wangi dedaunan yang mungkin sudah terkontaminasi bau tak sedap obat-obat yang menyengat.</p>
<p align="justify">“Kita sudah sampai pak!” kata perawat itu tiba-tiba. “bapak istirahat dulu, ya… nanti saya akan persiapkan segala keperluan bapak.” kembali dia tersenyum namun aku tetap yakin itu adalah senyum yang dipaksakan.</p>
<p align="justify">“Makasih mbak…” jawabku, juga dengan senyum yang dipaksakan. “Mbak, maaf, nanti sore saya bisa minta diantarkan ke taman di sebelah, saya nggak ingin di ruangan terus.” pintaku sambil tersenyum. Kali ini senyum yang aku kulum adalah senyum pengharapan, berharap dia mengangguk dan mau mengantarku ke taman sebelah nanti sore.</p>
<p align="justify">“Bapak istirahat dulu ya, nanti sore kalau memang sudah segar, saya akan ajak bapak ke taman” jawabnya sambil tersenyum, dia lalu merapikan selimutku dan melipat kursi rodaku. “Bapak saya tinggal dulu ya.. nanti saya akan datang lagi.” kata perawat itu tiba-tiba. Sedikit terburu-buru dia segera beranjak pergi.</p>
<p align="justify">Ada rasa sesal yang berkecamuk dalam hatiku, aku lupa menanyakan namanya, tapi biarlah, nanti sore dia sudah berjanji untuk mengantarkanku ke taman sebelah. Mungkin saat itu aku bisa memanfaatkan waktu untuk berbicara dan mengenal dirinya.</p>
<p>Bersambung&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=14&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2006/11/29/jadikan-aku-pasienmu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berharap Pada Angin</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2006/11/23/berharap-pada-angin/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2006/11/23/berharap-pada-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2006 12:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketika Aku Rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2006/11/23/berharap-pada-angin/</guid>
		<description><![CDATA[Piringan perak pipih berangka itu masih terus setia memberitahukanku cepatnya perpindahan waktu, senyap dan hening ketika dia berdetak. Tak jauh darinya, lembaran karton berhias huruf dan angka serupa juga selalu menghadang wajahku, ia tetap setia mengabarkanku akan hari-hari yang terus berlalu. Pikirku mulai menerawang jauh berusaha menjejak hari-hari dan waktu yang terlewati, ujungnya hanya kerinduan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=7&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Piringan perak pipih berangka itu masih terus setia memberitahukanku cepatnya perpindahan waktu, senyap dan hening ketika dia berdetak. Tak jauh darinya, lembaran karton berhias huruf dan angka serupa juga selalu menghadang wajahku, ia tetap setia mengabarkanku akan hari-hari yang terus berlalu. Pikirku mulai menerawang jauh berusaha menjejak hari-hari dan waktu yang terlewati, ujungnya hanya kerinduan. Sebuah rasa yang terkadang menyiksa dan selalu menarikku untuk terus mengingat sebuah nama dan sebentuk wajah. Permataku</p>
<p>Belaian lembut angin kala matahari terik bersinar tetap takkan mampu menyamai hembusan sejuk nafas yang menyelimuti merdu suaranya kala tersenyum. Yang kutahu hanya itu……selebihnya aku hanya berharap inderaku lebih peka menangkap setiap keindahannya.</p>
<p>Habis sudah kata-kataku untuk menarik semua rasa…mengulumnya dalam jalinan kalimat indah dan mengirimnya melalui hembusan angin untuk sekedar mengatakan aku merindumu, namun dalam hening ruang persegi yang disekat tembok-tembok kekar nan angkuh aku tahu di luar sana dia merasakannya, untuk selalu merinduku ketika aku sangat merindukannya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=7&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2006/11/23/berharap-pada-angin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Sudut Serambi Sore itu</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2006/11/16/di-sudut-serambi-sore-itu/</link>
		<comments>http://handaries.wordpress.com/2006/11/16/di-sudut-serambi-sore-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2006 20:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>handaries</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Pojok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2006/11/16/di-sudut-serambi-sore-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Sore ini di atas dipan bambu tua aku duduk dalam hening berteman buku-buku tua dan secangkir kopi. Entah apa yang ada dalam sel-sel otakku yang kompleks, tapi hening inilah yang menenangkan. Lelah benar-benar telah memaku seluruh jaringan ototku, jenuh telah menyekap daya pikirku, dan jengah hampir menutupi seluruh inderaku.
Seruput kecil kopi hitam mencoba menghilangkan lelahku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=5&subd=handaries&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sore ini di atas dipan bambu tua aku duduk dalam hening berteman buku-buku tua dan secangkir kopi. Entah apa yang ada dalam sel-sel otakku yang kompleks, tapi hening inilah yang menenangkan. Lelah benar-benar telah memaku seluruh jaringan ototku, jenuh telah menyekap daya pikirku, dan jengah hampir menutupi seluruh inderaku.</p>
<p>Seruput kecil kopi hitam mencoba menghilangkan lelahku. Dalam sedikit itu kembali kudapatkan kenikmatan dalam hangatnya. Aaah…seandainya hidup ini semudah seruput kecil itu&#8230;..</p>
<p>Di sudut ruang dalam remang serambi, rangkaian gambar dalam kotak tipis 21 inchi memaku pandanganku, memainkan kilatan-kilatan cahaya beradu suara, menawarkan ektase semu dalam balutan khayal yang jumud.</p>
<p>Lemah kutuliskan bait-bait kata dalam hening mencoba menafsikan gambar yang terlihat dengan nalar yang mulai redup</p>
<p>telingaku tiba-tiba memanas..<br />
saat si renta lusuh bersuara lantang                                                                                                                                                        berbicara tentang hak yang hilang<br />
berdebat tentang kehidupan yang tidak lagi layak<br />
bertikai karena perut tak mau lagi diajak berdamai</p>
<p>mataku tiba-tiba memerah<br />
ketika pandangan kontras mobil mewah mengkilat<br />
beradu dengan laju lemah gerobak berkarat<br />
saat gerai-gerai pemuas prestise kaum elit<br />
hanya ada dalam khayal kaum kumuh penuh sulit</p>
<p>hatiku tiba-tiba merana<br />
saat tangan tak lagi mampu meraba<br />
saat kaki tak lagi mampu menjejak<br />
saat akal tak lagi mampu menakar<br />
saat yang dimiliki hanya ada dalam penjara diri………</p>
<p>Nalarku mulai menghilang, pena dalam dekapan jariku tak lagi melangkah……diam lalu terhenti.</p>
<p>Kembali kurebahkan punggungku di atas dipan bambu tua, memandang atap yang mulai rapuh.  Berkhayal akan sesuatu yang semu. Suatu hari nanti&#8230;&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/handaries.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/handaries.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/handaries.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/handaries.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/handaries.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/handaries.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/handaries.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/handaries.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/handaries.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/handaries.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/handaries.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/handaries.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=handaries.wordpress.com&blog=567222&post=5&subd=handaries&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://handaries.wordpress.com/2006/11/16/di-sudut-serambi-sore-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63849ccc18de58b49fbf914b97e920bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>