Hari ini sekali lagi aku tertunduk, ketidakpedulian terhadap ruang membuat mataku terpejam, walaupun pekat membuat kalis telingaku, namun hanya itu yang aku bisa. Sekali lagi aku tertunduk. Esok entah apa, tapi hari ini harus berakhir tidak dalam hening. Kesunyian ruang ini terlalu menyiksa untuk kulalui, kesunyian yang hanya datang menekan seluruh regangan tubuhku, kesunyian yang menghitamkan jarak pandangku, dan kesunyian yang membutakan hatiku untuk melihat lebih dalam menembus kelam.
Aku tetap saja tertunduk, ketika bayangannya masih menari dalam ruang sadarku. Bayangan yang terus menjadikanku semakin hina tanpa reda, terutama ketika kesadaranku membentangkan berbagai macam ketidakmampuan. Ahh….kembali ingatanku melayang pada masa yang terbilang, ketika hanya ada dua pilihan tanpa ada penjelasan, hari ini atau tidak sama sekali, lalu diam.
Aku masih tertunduk dalam diam. Bayangan bangsaku tak lagi dapat merenda gembiraku yang beberapa menit lalu terpilin rapi, jenuhku membekukan seluruh ruang inderaku untuk dapat menggarami hidup, kehampaannya menjadikan segala yang dahulu terasa indah menjadi hambar.
Hari ini atau tidak sama sekali, hanya itu yang kuingat. walaupun aku yakin masih ada hari esok yang panjang dengan cahaya terang merata. Namun kembali hanya ada dua pilihan, bahkan ketika esok datang menghadang, kata itu akan selalu terngiang, hari ini atau tidak sama sekali.