Despereert Niet…..*
11 12 2006Tumpukan babad dan serat itu masih basah oleh keringat dan tangisku, lipatannya masih hangat saat jariku menjamah. Tak jauh darinya bertumpuk kertas-kertas lusuh terbuang, sisa sejarah beberapa menit lalu yang akan selalu teronggok di sudut itu. Seperti yang lainnya, ia tak akan pernah lagi terjamah
Aku lelah, habis sudah kulalap Brandes dan Rafles, tapi tetap tak mampu memuaskan dahagaku akan masa kelam bangsa ini, berjuta de Graaf dan Pigeaud membantu untuk bangkit, namun akan selalu muncul Hurgronje baru yang dengan dalih pengetahuan menginjak-injak rumput hijau keawaman. Bahkan ketika J. Pieterszoon Coen muncul dengan topeng serigalanya, tak satu pun Unus bangkit untuk melawan, tidak juga aku….
Aku masih saja membisu, bersandar pada kehampaan aku tertatih, percuma teriakan londomu menyemangatiku “dapper in het gevaar!!” sedangkan kau terus mencambukiku. Dalam pedihku masih saja kudengar kau berseru menghibur dengan senyum sinismu yang menusuk, “Historia docet!”
Dihadapanku masih terbentang Babad Meinsma, De java Oorlog, dan beberapa jilid Suma Oriental, seluruhnya terus membisu. Kebisuan yang mendayu kombinasi Pararaton dan Nagarakertagama hingga membuatku tak mampu bersuara.
Aku lelah, jiwaku letih, harapanku akan akhir mulai pudar. Namun, ketika cahaya putih itu mulai muncul, kau membelaiku, di sela-sela kelembutan belaianmu lemah kau berucap”in het heden ligt het verleden, in het nu wat komen zal”
Ahh….indah sekali kata itu, semangatku kembali terbakar, “Je maintiendrai-ik zal handhaven” , aku akan terus berjalan hingga akhir ku capai. “Despereert Niet, daer can in indien wat groots verricht!”
* Jangan Berputus Asa
Tulisan ini berhasil ditemukan di antara lipatan-lipatan buku kucel dan lusuh yang akan dibakar, ditulis saat sedang berusaha menyelesaikan naskah tentang sejarah Kerajaan Islam di Jawa
Comments : 3 Comments »
Categories : Dahulu Kemarin dan Saat ini



