<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Di Sudut Serambi Sore itu</title>
	<atom:link href="http://handaries.wordpress.com/2006/11/16/di-sudut-serambi-sore-itu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://handaries.wordpress.com/2006/11/16/di-sudut-serambi-sore-itu/</link>
	<description>Ketika mata tidak lagi menjadi cahaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 06:50:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: CorpusAlienum</title>
		<link>http://handaries.wordpress.com/2006/11/16/di-sudut-serambi-sore-itu/#comment-6</link>
		<dc:creator>CorpusAlienum</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2006 10:18:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://handaries.wordpress.com/2006/11/16/di-sudut-serambi-sore-itu/#comment-6</guid>
		<description>Bow, ketika kau berusaha menginspirasi manusia di ujung sana, mencerahkan mereka dengan pandangan2mu, menghasut mereka dengan sesunting dua sunting dari indahnya karyamu, aku disini sedang berusaha memahami kapitalisme--kalau itu yang kau maksud tentang yang kaya dan papa--menyelami alam batinnya, bercengkrama dengan pikiran2 kotornya, berusaha untuk tetap tertawa bersama angka2 yang hampir membunuh mata batinku. 
Itu semua kulakukan hanya dengan satu harap: suatu waktu nanti aku tidak perlu mengendap-endap dalam ruang2 diskusi, celotehan yang menghambur2kan air liur, geraman2 di gelap malam,
AKU akan berusaha MEMBUNUH KAPITALISME itu di siang bolong, di tengah tatapan mata milyaran manusia !
Begitulah naifku memahami hasutan Kuntowijoyo..

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bow, ketika kau berusaha menginspirasi manusia di ujung sana, mencerahkan mereka dengan pandangan2mu, menghasut mereka dengan sesunting dua sunting dari indahnya karyamu, aku disini sedang berusaha memahami kapitalisme&#8211;kalau itu yang kau maksud tentang yang kaya dan papa&#8211;menyelami alam batinnya, bercengkrama dengan pikiran2 kotornya, berusaha untuk tetap tertawa bersama angka2 yang hampir membunuh mata batinku.<br />
Itu semua kulakukan hanya dengan satu harap: suatu waktu nanti aku tidak perlu mengendap-endap dalam ruang2 diskusi, celotehan yang menghambur2kan air liur, geraman2 di gelap malam,<br />
AKU akan berusaha MEMBUNUH KAPITALISME itu di siang bolong, di tengah tatapan mata milyaran manusia !<br />
Begitulah naifku memahami hasutan Kuntowijoyo..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
